Pianis 8 Tahun Menoreh Prestasi di luar negeri

Natalia Liviani Tandiono (Foto : VIVAnews)
Anak-anak berusia 8 tahun, biasanya hanya sibuk dengan kegiatan belajar dan bermain. Namun, tidak demikin dengan Natalia Liviani Tandiono. Di usianya yang masih terbilang muda, jari-jari lentik Natalia pandai memainkan piano. Ia bahkan telah mengharumkan nama Indonesia di berbagai ajang kompetisi piano. 
Kepiawainnya memainkan piano sudah dikuasai sejak ia berusia 5 tahun. Baru-baru ini, pada tahun 2010, Natalia bahkan berhasil meraih juara pertama dalam kompetisi kejuaraan piano klasik di ajang Anzca International Music Festival di Kuala Lumpur, Malaysia.
Tak hanya itu, Natalia juga sempat mencicipi ajang kompetisi bergengsi dan langsung mendapat tempat kedua di kompetisi  '7-9 years in International Competition Of Romantic Music 2011 in New York USA'. Diakui oleh sang ibu, putrinya memang telah lama mendambakan menjadi seorang pianis yang berhasil meraih banyak penghargaan.

“Yang diinginkan Natalia adalah, dirinya bisa lebih banyak  mendapatkan penghargaan di ajang kompetisi musik klasik di luar negeri," ujar Ifiwati, ibu dari Natalia saat ditemui di Hall of Jaya Suprana School, Kelapa Gading, Senin, 12 Desember 2011.

Natalia Liviani Tandiono yang lahir 18 Desember 2002 adalah putri dari pasangan Iwan Tandiono dan Ifiwati Wibowo. Latar belakang keluarga mereka memang berkecimpung di dunia musik. Bahkan saat Natalia berusia 6 tahun, bersama dengan dua kakaknya, Felicia Liviani Tandiono dan Celine Liviani Tandiono, pernah menggelar konser bertajuk "The Songs of Three Little Fairies" di Gramedia Expo Surabaya, pada 2009 silam. Dalam konser itu, mereka memainkan piano, biola, 
cello, dan flute diiringi ensemble violoncello.

Konser itu dicatatkan dalam Museum Rekor Indonesia (Muri) dengan kategori 
ensemble violoncello pertama di Indonesia; trio vokal, violoncello, biola, pianoforte, dan flute dengan iringan ensemble violoncello; pemain flute termuda pertama dengan iringan ensemble violoncello (Celine); serta cellis dan guru piano sebagai pemrakarsa ensemble violoncello di Indonesia.

Jaya Suprana selaku ketua MURI juga mengaku sangat mendukung dengan kemampuan superlatif yang dimiliki Natalia Liviani Tandiono. "Sejak pertama bertemu dengan Natalia,saya terkesan oleh kegigihan semangat anak muda belia ini untuk menciptakan karsa dan karya yang terbaik di bidang seni musik. Ia  berhasil mendapat rekor MURI memperoleh gelar resitel piano tunggal dengan reportoar mahakarya Wolfgang Amadeus Mozart," ujar Jaya Suprana.



Sumber : VIVAnews